tentang

Tentang Maltofer®

Apa itu Maltofer®

Maltofer® adalah suplementasi zat besi oral untuk mencukupi kebutuhan zat besi pada anak-anak, remaja, dan dewasa. Banyak orang mengalami defisiensi zat besi karena tidak mendapatkan zat besi yang cukup dari asupan makanan yang dikonsumsi, sehingga kadar zat besi dalam tubuh menjadi rendah.

Maltofer® terbukti secara klinis memperbaiki kadar zat besi dengan efek samping yang jarang dan minimal dibandingkan sediaan suplementasi zat besi lain.1, 2

Zat besi yang terkandung dalam Maltofer®, yaitu Iron Polymaltosa Complex (IPC) adalah senyawa larut air yang terdiri dari inti besi (III)-hidroksida dengan polymaltosa shell yang menyerupai ferritin. IPC diserap secara aktif dan terkontrol sehingga tubuh hanya menyerap zat besi sesuai kebutuhan masing-masing individu. Sehingga, penyerapan zat besi menjadi efektif dan efek samping yang disebabkan karena adanya kelebihan zat besi seperti konstipasi, mual jarang terjadi dan minimal dibandingkan dengan suplemen zat besi lainnya. Ini adalah suplemen zat besi yang tepat untuk Anda.

Maltofer® kini tersedia di apotek dan toko obat di seluruh Indonesia. Maltofer® merupakan produk Swiss dan telah hadir di lebih dari 80 negara di seluruh dunia.

Maltofer® hadir dalam kemasan drops 30 ml, sirup 150 ml, dan tablet kunyah serta Maltofer® Fol tablet kunyah yang juga mengandung asam folat.

Apa yang membuat Maltofer® berbeda

Zat besi yang terkandung dalam Maltofer®, yaitu Iron Polymaltosa Complex (IPC) diserap secara aktif dan terkontrol sehingga tubuh hanya menyerap zat besi sesuai kebutuhan masing-masing individu.

Penyerapan secara aktif dan terkontrol memiliki beberapa manfaat dan terbukti secara klinis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi Maltofer® mengalami:

  • Efek samping yang minimal seperti konstipasi dan rasa mual.1, 2
  • Koreksi kadar zat besi dalam tubuh yang tepat.3
  • Rasa nyaman dalam mengonsumsi suplemen zat besi bersamaan dengan makanan dan minuman lainnya.4, 5
  • Tidak ada interaksi jika diminum bersamaan dengan obat-obatan (hubungi dokter atau apoteker untuk informasi lebih lengkap dan informasikan obat yang anda gunakan bersamaan dengan Maltofer®).3


1Ortiz R, et al. Efficacy and safety of oral iron(III) polymaltose complex versus ferrous sulfate in pregnant women with iron-deficiency anemia: a multicenter, randomized, controlled study. J Matern Fetal Neonatal Med 2011;24:1-6.2.

2Toblli JE & Brignoli R. Iron(III)-hydroxide polymaltose complex in iron deficiency anemia / review and meta-analysis. Arzneimittelforschung 2007;57:431‒8.

3Produk Informasi (Leaflet) Maltofer®

4Geisser, P. In Vitro Studies on Interactions of Iron Salts and Complexes with Food-Stuffs and Medicaments. Arzneimittel-Forschung/Drug Research. 1990:40:754-760.

5Lundqvist, H and Sjoberg, F. Food Interaction of Oral Uptake of Iron. Arzneimittel-Forschung (Drug Research). 2007;57(6a):401-416.

apayangbeda
apayangbeda

Efek samping
minimal dan ringan

Banyak orang mengonsumsi suplemen zat besi yang mengandung ferrous salt, misalnya: ferrous sulphate, ferrous fumarate, dll). Ferrous salt diabsorbsi tubuh secaraa tidak terkontrol yang dapat menimbulkan efek samping seperti konstipasi, perut kembung, dan rasa mual.1, 2

Efek samping tersebut seringkali membuat orang enggan untuk mengonsumsi suplemen zat besi yang sebenarnya sangat penting dan dibutuhkan oleh tubuh.

Maltofer® diserap tubuh secara berbeda, dimana zat besi diserap secara aktif dan terkontrol disesuaikan dengan kebutuhan zat besi tiap individu. Studi klinis menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi Maltofer® mengalami efek samping yang sangat minimal seperti rasa mual, konstipasi, dan diare dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi suplemen zat besi dengan kandungan ferrous salt.1, 3


1Toblli JE & Brignoli R. Iron(III)-hydroxide polymaltose complex in iron deficiency anemia / review and meta-analysis. Arzneimittelforschung 2007;57:431‒8.

2Dresow, B, et al. Non-transferrin-bound iron in plasma following administration of oral iron drugs. Biometals. 2008;21:273-376.

3Produk Informasi (Leaflet) Maltofer®

Dosis dan aturan pakai

Maltofer® 30ml drops

Dosis & lama terapi bergantung pada tingkat defisiensi zat besi.
Dosis Pengobatan: Konsultasikan dengan dokter.
Terapi pencegahan:

  • Bayi (usia sampai 1 tahun): 2-4 tetes sehari;
  • Anak-anak (1-12 tahun): 4-6 tetes sehari;
  • Anak > 12 tahun, dewasa, dan ibu menyusui: 4-6 tetes sehari;
  • Wanita hamil: 20-40 tetes sehari.
Aturan Pemakaian:
Dosis harian dapat dibagi dalam beberapa dosis atau dapat dikonsumsi sekaligus. Dianjurkan untuk konsumsi selama atau segera setelah makan. Dapat dicampurkan dengan jus buah-buahan dan sayuran atau dengan minuman botol. Adanya pewarnaan tidak mempengaruhi rasa maupun khasiatnya.

BACA KETERANGAN LENGKAP PADA KEMASAN.

apayangbeda
apayangbeda

Maltofer® 150ml Sirup

Dosis & lama terapi bergantung pada tingkat defisiensi zat besi.
Dosis Pengobatan: Konsultasikan dengan dokter.
Terapi pencegahan terutama pada wanita hamil:

  • 5-10ml sehari
Aturan Pemakaian:
Dosis harian dapat dibagi dalam beberapa dosis atau dapat dikonsumsi sekaligus. Dianjurkan untuk konsumsi selama atau segera setelah makan. Dapat dicampurkan dengan jus buah-buahan dan sayuran atau dengan minuman botol. Adanya pewarnaan tidak mempengaruhi rasa maupun khasiatnya.

BACA KETERANGAN LENGKAP PADA KEMASAN

Maltofer® Tablet Kunyah

Dosis & lama terapi bergantung pada tingkat defisiensi zat besi.

  • Anak > 12 tahun, dewasa, dan ibu menyusui:
    Gejala defisiensi zat besi: 1 tablet, 1-3x sehari selama 3-5 bulan, sampai diperoleh angka Hb normal. Selanjutnya terapi diteruskan selama beberapa minggu dengan 1 tablet sehari untuk melengkapi cadangan zat besi.
    Defisiensi zat besi laten: 1 tablet sehari.
  • Wanita hamil:
    Gejala defisiensi zat besi: 1 tablet, 2-3x sehari sampai didapat angka Hb normal. Selanjutnya terapi diteruskan dengan 1 tablet sehari setidaknya sampai akhir masa kehamilan untuk melengkapi cadangan zat besi.
    Defisiensi zat besi laten dan pencegahan defisiensi zat besi: 1 tablet sehari.
Aturan Pemakaian:
Dosis harian dapat dibagi dalam beberapa dosis atau dapat dikonsumsi sekaligus. Maltofer tablet dapat dikunyah atau ditelan langsung dan harus dikonsumsi selama atau segera setelah makan.

BACA KETERANGAN LENGKAP PADA KEMASAN.

apayangbeda
apayangbeda

Maltofer®Fol Tablet Kunyah

Dosis & lama terapi bergantung pada tingkat defisiensi zat besi.
Gejala defisiensi zat besi: 1 tablet, 2-3 kali sehari sampai angka Hb normal. Selanjutnya terapi diteruskan dengan 1 tablet sehari setidaknya sampai akhir masa kehamilan untuk melengkapi cadangan zat besi.

Defisiensi zat besi laten dan pencegahan defisiensi zat besi dan asam folat: 1 tablet sehari.

Aturan Pemakaian:
Dosis harian dapat dibagi dalam beberapa dosis atau dapat dikonsumsi sekaligus. Maltofer® Fol tablet dapat dikunyah atau ditelan langsung dan harus dikonsumsi selama atau segera setelah makan.

BACA KETERANGAN LENGKAP PADA KEMASAN

tentang
Defisiensi Zat Besi

Zat besi merupakan salah satu nutrisi yang sangat penting bagi tubuh yang diserap dari makanan yang dikonsumsi. Zat besi dibutuhkan untuk fungsi organ dan sel dalam tubuh, karena zat besi membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui hemoglobin (Hb) yang terdapat dalam sel darah merah. Defisiensi zat besi terjadi ketika penyerapan zat besi kurang dari yang dibutuhkan tubuh. Hal ini dapat disebabkan karena tidak tercukupinya zat besi yang diserap melalui makanan yang kita konsumsi.

Defisiensi zat besi juga dapat terjadi karena beberapa kondisi penyakit yang menyebabkan kehilangan zat besi meningkat atau penggunaan zat besi yang tidak optimal. Kurangnya zat besi dalam tubuh memberikan konsekuensi yang serius, mulai dari kelelahan fisik dan mental hingga terganggunya kualitas hidup.

Defisiensi zat besi yang lebih serius dikenal dengan anemia. Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah dalam darah sedikit atau kadar hemoglobin lebih rendah dari normal. Defisiensi zat besi merupakan hal yang umum terjadi di seluruh dunia, mempengaruhi lebih dari setengah milyar orang, dengan perkiraan wanita hamil di negara-negara industri mencapai 30-40%.1

Jika Anda mempertimbangkan untuk mengonsumsi Maltofer® atau Anda berpikir bahwa Anda mungkin mengalami defisiensi zat besi, hubungi/kunjungi dokter untuk pemeriksaan dan informasi lebih lanjut mengenai defisiensi zat besi.


1WHO Global Database on Anaemia. Worldwide prevalence of anaemia 1993-2005. WHO